Tersenyum

Tersenyum

Senin, 21 April 2014

Stress

A. Arti penting dari stress
Biasanya setiap orang pasti pernah merasakan atau mengalami perasaan yang tertekan yang biasa dikenal dengan nama stress. Menurut McGrath dalam Weinberg dan Gould (2003:81),  stress akan muncul pada individu bila ada ketidakseimbangan atau kegagalan individu dalam memenuhi kebutuhannya baik yang bersifat jasmani maupun rohani. Sedangkan dalam pengertian secara umum, stress adalah suatu tekanan atau sesuatu yang terasa menekan dalam diri individu. Individu yang mengalami stress akan memunculkan gejala-gejala yang dapat dilihat baik secara fisik maupun secara psikologis. Gejala secara fisik individu yang mengalami stress, antara lain ditandai dengan  gangguan jantung, tekanan darah tinggi, ketegangan pada otot, sakit kepala, telapak tangan dan atau kaki terasa dingin, pernapasan tersengal-sengal, kepala terasa pusing, perut terasa mual-mual, gangguan pada pencernaan, susah tidur, bagi wanita akan mengalami gangguan menstruasi, dan gangguan seksual (impotensi) (Waitz, Stromme, Railo, 1983: 52-71). Sedangkan Gejala secara psikologis individu yang mengalami stress, antara lain ditandai
Dengan perasaan selalu gugup dan cemas, peka dan mudah tersinggung, gelisah, kelelahan yang hebat, enggan melakukan kegiatan, kemampuan kerja dan penampilan menurun, perasaan takut, pemusatan diri yang berlebihan, hilangnya spontanitas, mengasingkan diri dari kelompok, dan pobia (Waitz, Stromme, Railo, 1983:41-50). Stress banyak jenis-jenisnya, yaitu stress baik, distress internal, distress akut, hipostres, dan eustres.
1. Stres baik
Tidak hanya pengalaman negative saja yang bisa memicu stress, pengalaman positif juga dapat. Dalam dosis kecil, tipe ini bisa dikatakan sebenarnya baik untuk imun kita. Selain itu, tipe stres ini juga dapat membuat orang lebih mudah untuk menciptakan suatu tujuan dan menikmati proses mencapainya dengan penuh energi.
2. Distres internal
Distress internal merupakan tipe stress yang buruk. Tipe ini merupakan tipe stres negatif yaitu hasil dari pengalaman buruk, ancaman, atau perubahan situasi yang tidak terduga dan tidak nyaman. Tetapi pada dasarnya, tubuh kita ini menginginkan rasa aman sehingga apabila rasa aman tersebut terusik, tubuh akan mengalami distres.
3. Distres akut
Distres akut ini akan terjadi ketika seseorang itu mengalami distres yang dipicu karena peristiwa buruk yang berlalu dengan cepat. Sementara stres kronik terjadi ketika seseorang harus menahan stres dalam waktu yang lama. Kedua tipe stres tadi akan memicu timbulnya hiperstres.
4. Hipostres
Kekhawatiran dan tantangan dapat juga memicu tipe stress laiinya yaitu hipostres. Hipostres adalah "ketidakadaan" stres, tetapi dapat juga diartikan dengan kebosanan yang ekstrim. Bila orang yang mengalami hipostres mungkin merasa tidak tertantang, tidak memiliki motivasi untuk melakukan apa pun. Hipostres dapat memicu perasaan depresi dan kesia-siaan pada diri.
5. Eustres
Eustres ini membuat tubuh menjadi waspada. Eustres membuat tubuh dan pikiran menjadi siap untuk menghadapi suatu tantangan, bahkan bisa tanpa disadari. Tipe stres ini dapat membantu memberi kekuatan dan menentukan keputusan, contohnya menemukan solusi untuk masalah.
Jefrey S. Nevid, dkk menjelaskan faktor-faktor psikologis yang dapat meminimalisir gangguan stres. Faktor-faktor psikologis tersebut adalah :
a. Cara Coping Stres yaitu Berpura-pura seakan masalah tidak ada atau tidak terjadi merupakan sesuatu bentuk penyangkalan. Penyangkalan merupakan suatu contoh coping yang berfokus pada emosi (emotion-focused coping) (Lazarus & Folkman,1984).
b. Harapan akan Self-Efficary
c. Ketahanan Psikologis
d. Optimisme
e. Dukungan Sosial
f. Identitas Etnik

B. Kepribadian Sehat Menurut Allport
Gambaran mengenai kodrat manusia yang diutarakan oleh Allport adalah positif, penuh harapan, dan menyanjung-nyanjung. Menurut Allport orang-orang yang sehat adalah orang yang tidak terdorong oleh konflik-konflik tak sadar dan tingkah lakunya tidak ditentukan oleh setan yang jauh dari mereka. Allport percaya bahwa kekuatan tak sadar itu, pengaruh yang penting pada tingkah laku pada orang-orang dewasa yang neurotis. Individu yang sehat yang berfungsi pada tingkat rasional dan sadar, menyadari dengan sepenuhnya kekuatan-kekuatan yang membimbing dan dapat mengontrol. Orang-orang yang sehat dibimbing dan diarahkan oleh masa sekarang dan oleh intense-intensi kea rah masa depan, dan antisipasi-antisipasi masa depan. Pandangan orang sehat adalah ke depan, lebih ke peristiwa-peristiwa kontemporer dan peristiwa-peristiwa yang akan datang dan tidak mundur kembali ke peristiwa-peristiwa masa kanak-kanak.
C. Kepribadian Sehat menurut Carl Rogers
Rogers mengemukakan bahwa pengalaman-pengalaman masa lampau dapat mempengaruhi cara bagaimana kita memandang masa sekarang yang pada gilirannya mempengaruhi tingkat kesehatan psikologis. Pengalaman anak-anak adalah penting, tetapi Rogers focus pada apa yang terjadi dengan kita sekarang, bukan pada apa yang terjadi pada waktu itu. Menurut Rogers, dalam individu yang sehat dan yang mengaktualisasikan diri muncul suatu pola yang berkaitan yaitu Individual yang sehat adalah individu yang jarak reality self dan ideal self tidak terlalu jauh. Kepribadian yang sehat juga bisa tergantung pada sejauh mana kebutuhan akan positive regard dipuaskan dengan baik. Motivasi orang yang sehat adalah aktualisasi diri. Terdapat lima tanda-tanda orang yang melakukan aktualisasi diri, yaitu: orang itu terbuka pada pengalaman, kehidupan eksistensial, kepercayaan terhadap organisme orang sendiri, perasaan bebas, dan kreativitas.

sumber :
http://eprints.uny.ac.id/3706/1/06Sukadiyanto.pdf