Tersenyum

Tersenyum

Kamis, 22 Mei 2014

Penyesuaian Diri


Konsep Penyesuaian Diri yang Sehat
Menurut Schneiders (1964) penyesuaian diri merupakan kesatuan fisik dan psikis individu untuk mengatasi segala tuntutan baik yang berasal dari dalam maupun yang berasal dari luar diri individu. Penyesuaian ditentukan oleh bagaimana seseorang itu dapat berinteraksi dengan baik. Penyesuaian diri secara umum dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut, pertama factor internal yang merupakan factor dari dalam diri individu, seperti kondisi fisik, emosi, motivasi. Sedangkan kedua adalah factor eksternal yaitu factor yang berasal dari luar atau lingkungan individu seperti lingkungan rumah, lingkungan tempat kerja, dll. Seseorang bisa dikatakan berhasil atau mampu menyesuaikan diri apabila dia punya kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan tuntutan dari lingkungannya serta bisa mengatasi hambatan yang suatu saat akan datang padanya. Menurut Meichati (1983) keberhasilan individu dalam melakukan penyesuaian diri menimbulkan perasaan puas, superior dan menumbuhkan rasa percaya diri. Individu yang mampu menyesuaikan diri memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Dapat memenuhi segala kebutuhannya tanpa harus dikurangin atau dilebihkan, sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.
b. Tidak merugikan orang lain.
c. Punya rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Menurut Kartono (1981) salah satu ciri dari kepribadian yang sehat mentalnya adalah adanya kemampuan untuk mengadakan adjustment atau penyesuaian diri secara harmonis baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungannya. Dengan kata lain individu mampu berhasil menyesuaikan diri kalau dia telah memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh diri sendiri dan lingkungan sekitarnya, tidak merugikan orang lain dan mampu bertanggung jawab atas perilakunya pada lingkungan sekitar. Contoh penyesuaian diri yang sehat adalah  seorang karyawan baru disuatu perusahaan dia mampu menyesuaikan diri dilingkungan tempat kerjanya, dia mampu berinteraksi dengan baik dengan karyawan-karyawan lainnya dan atasannya, dia dapat menempatkan dirinya dengan tepat dilingkungan kerjanya.

sumber
http://arsip.uii.ac.id/files//2012/08/05.2-bab-2119.pdf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar