Tersenyum

Tersenyum

Minggu, 30 Desember 2012

Generasi Muda yg Berperan dalam Melestarikan



GENERASI MUDA yang BERPERAN dalam MELESTARIKAN KEBUDAYAAN
Manusia dalam melestarikan dan menjaga kebudayaan merupakan hal yang harus agar tidak terpengaruh oleh kebudayaan lain. Apalagi kita memiliki daerah yang berbeda-beda. Sebagai generasi muda kita harus melestarikan dan menjaga keaslian budaya kita karena kebudayaan kita merupakan warisan dari nenek moyang kita. Namun, pada akhir-akhir ini banyak kebudayaan dari Negara kita yang sudah terpengaruh oleh budaya-budaya asing atau barat. Ini merupakan efek dari masa era globalisasi sehingga banyak sekali kebudayaan-kebudayaan asing atau barat yang masuk ke Negara Indonesia tercinta ini. Ini merupakan kelalaian dari masyarakat sekarang yang tidak mampu menjaga kelestarian asli budaya dari tiap-tiap/masing-masing daerah dari nenek moyang kita terdahulu.
Penting bagi semua pihak apalagi kita yang sebagai generasi muda atau penerus bangsa untuk bersama-sama melestarikan kebudayaan kita ( tiap daerah asal tempat kelahiran ) serta menjadikan warisan sejarah sebagai semangat atau spirit ditengah pertarungan di era globalisasi ini. Selain penyelamatan aset sejarah dan budaya kita juga perlu mengadakan adanya transformasi dan sosialisasi nilai dengan melalui berbagai jalur pendidikan dalam rangka pembentukan generasi muda yang siap menghadapi era globalisasi tanpa mesti kehilangan identitas. Kebergunaan dan relevansi seni dan budaya daerah terletak pada nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Disetiap unsure kebudayaan pasti mengandung nilai-nilai yang berguna bagi masyarakat pemiliknya. Kebergunaan itu terdapat misalnya :
Bentuk-bentuk ekspresi seni yang berkembang dalam suatu kebudayaan yang dirasakan tetap memberikan rasa kepuasan, nilai budaya dan norma dalam kebudayaan tertentu tetap dianggap sebagai pemandu perilaku yang menentukan keberadaban seperti kebajikan, kesantunan dan keanggunan,permainan tradisioanal dan berbagai ekspresi folklor lain tetap dianggap mempunyai daya kreasi yang sehat ( Sedyawati, 2008:280 ).
Mahasiswa memiliki kedudukan dan peranan penting bagi pelestarian kebudayaan daerah. Hal ini didasari oleh asumsi bahwa mahasiswa merupakan anak bangsa yang menjadi penerus kelangsungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia. Sebagai generasi muda yang kelak akan meneruskan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa, mereka harus bersemayam suatu kesadaran cultural sehingga berkelanjutan bangsa Indonesia dapat dipertahankan.
Pembentukan kesadaran cultural mahasiswa dengan cara mengoptimalisasikan peran mahasiswa dengan cara ekstrakulikuler atau intrakurikuler. Jalur intrakurikuler adalah dengan cara memasukan seni dan budaya ke dalam mata kuliah sedangkan jalur ekstrakurikuler adalah melalui pemanfaatan unit kegiatan mahasiswa ( UKM ) kesenian seperti tari Topeng dari daerah Cirebon. Pembentukan dan pemanfaatan UKM  kesenian jawa ( daerah lain ) merupakan langkah lain atau cadangan yang dapat ditempuh untuk mengoptimalkan peran mahasiwa dalam pelestarian seni dan budaya daerah. Lembaga kemahasiwaan tersebut merupakan wahana yang sangat strategis untuk upaya-upaya tersebut, karena mereka adalah mahasiswa yang benar-benar berminat mengikuti UKM kesenian daerah. Contoh kebudayaan dari daerah Jawa Barat khususnya Cirebon adalah kesenian tari topeng.
Tari topeng Cirebon merupakan salah satu tarian di tatar Parahyangan. Tari Topeng Cirebon, kesenian ini merupakan tarian asli dari daerah Cirebon, termasuk Indramayu dan jatibarang. Disebut tari topeng, karena penarinya menggunakan topeng saat tampil menari. Topeng telah ada di Indonesia sejak zaman pra-sejarah. Secara luas digunakan dalam tari yang menjadi bagian dari upacara adat atau penceritaan kembali cerita-cerita kuno dari para leluhur. Diyakini bahwa topeng berkaitan erat dengan roh-roh leluhur yang dianggap sebagai interpretasi dewa-dewa. Pada beberapa suku, topeng masih menghiasi berbagai kegiatan seni dan adat sehari-hari.
Tari topeng banyak sekali ragamnya dan bnyak mengalami perkembangan atau kemajuan dalam gerakan tarian dan ceritannya. Terkadang tari topeng dimainkan oleh satu orang atau bisa lebih. Salah satu jenis tari topeng dari daerah Cirebon adalah tari topeng kelana kencana wungu merupakan rangkaian tari topeng gaya Parahyangan yang menceritakan ratu Kencana wungu yang dikejar-kejar oleh prabu Minakjingga yang tergila-tergila padanya. Pada dasarnya masing-masing topeng yang mewakili masing-masing karakter menggambarkan perwatakan manusia. Kencana Wungu, dengan topeng warna biru, mewakili karakter yang lincah namun anggun. Minakjingga (disebut juga kelana), dengan topeng warna merah mewakili karakter yang berangasan, tempramental dan tidak sabaran. Tari ini karya Nugraha Soeradiredja.
Salah satu contoh anak remaja yang melestarikan budaya tari topeng adalah Catur Imas Merdeka Sari, lahir di kota Cirebon tanggal 29 bulan Agustus tahun 1996. Ia biasa dipanggil Imas. Imas merupakan siswa kelas X salah satu sekolah SMK Pariwisata Kota Cirebon. Disaat teman-temanya menyukai yang berbau dengan modern atau tarian modern, remaja yang satu ini suka sekali sama budaya tradisional. Imas suka dengan yang namanya tarian, tetapi tarian yang bukan lagi digandrungin banyak para remaja-remaja lainnya. Malah ia menyukai budaya tari tradisioanal seperti tari topeng kelana. Imas mulai berlatih tari Topeng sejak ia kelas 3 Sekolah Dasar di sanggar tari di Keraton Kacerbonan. Melihat contoh diatas, seperti imas yang mau melestarikan budaya tari topeng mengapa kita juga yang sebagai generasi muda tidak mencoba untuk melakukan hal yang sama dengan imas.
Jadi pelestarian seni dan budaya daerah merupakan salah satu strategi kebudayaan yang perlu dan penting untuk dilakukan. Melalui pendokementasian, pengkajian, dan penampilan seni dan budaya daerah kita setidaknya dapat melakukan pelestarian yang dinamis. Karena nila-nilai yang terkandung dalam seni dan budaya dapat kita ketahui,dipaham,dihayati, dan di apresiasikan. Dari proses-proses itulah pada giliranya akan membuahkan hasil yaitu adanya kesadaran cultural. Dengan adanya pemahaman terhadap seni dan budaya daerah, kita akan dapat mengetahui dan menghormati adanya keanekaragaman berbudaya dalam masyarakat Indonesia.
Sebagai generasi muda kita harus menjaga dan melestarikan seni dan budaya yang telah dibuat oleh nenek moyang kita yang terdahulu dengan cara melakukan dengan cara apapun dari mulai yang kecil sampai yang besar agar seni dan budaya kita tidak punah dan jangan sampai seni dan budaya kita dicuri oleh orang/negara tetangga.

sumber :
http://Id.wikipedia.org
http://www.Portalcirebon.blogspot.com
http://www.Vaisal.wordpress.com
http://www.Bksmkpariwisata.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar