Tersenyum

Tersenyum

Selasa, 21 April 2015

Terapi Psikoanalisis

Salah satu aliran dalam psikologi adalah aliran psikoanalisis. Menurut Corey (2007) Psikoanalisis adalah sebuah model perkembangan kepribadian, filsafat tentang sifat manusia, dan metode psikoterapi. Menurut sejarah, psikoanalisis merupakan aliran pertama dari tiga aliran utama psikologi yaitu behavioristik dan humanistik. Sigmund freud merupakan pencipta pendektan psikodinamika terhadap psikologi.  Freud mempunyai sumbangan-sumbangan utama yang bersejarah dari teori dan praktek psikoanalitik mencakup kehidupan mental individu menjadi bisa dipahami, dan pemahaman terhadap sifat manusia bisa diterapkan pada penderitaan manusia. Kedua, tingkah laku diketahui sering ditentukan oleh factor-faktor tak sadar. Ketiga, perkembangan pada masa kanak-kanak memiliki pengaruh yang kuat terhadap kepribadian dimasa dewasa. Keempat, teori ini menyediakan kerangka kerja yang berharga untuk memahami cara-cara yang digunakan oleh individu dalam mengatasi kecemasan dengan menggunakan defence mekanisme. Terakhir, pendekatan ini telah memberikan cara mencari keterangan dari ketidaksadaran melalui analisis atas mimpi-mimpi, resistensi-resistensi, dan transferensi-transferensi. 
Selain Freud ada juga tokoh-tokoh yang termasuk ke dalam pendekatan psikoanalisis yang biasa disebut dengan Neo-Freudian. Tokoh-tokoh tersebut seperti Jung, Adler, Rank, Horney, Fromm, Sullivan dan Erikson. Mereka mempersoalkan keterbatasan Freud dan konsepnya tentang sifat manusia yang deterministic. Meskipun membentuk reaksi melawan teori naluri dari psikoanalisis Freudian, mereka membangun konsep-konsep manusia dari landasan yang telah dibangun oleh Freud. Berikut salah dua konsep-konsep dari Neo-Freudian :
1.       Carl Jung
Menekankan peran maksud dalam perkembangan manusia. Jung memiliki pandangan yang optimis dan kreatif tentang manusia, menekankan tujuan aktualisasi diri. Masa kini tidak hanya ditentukan oleh masa lampau, tetapi juga oleh masa mendatang.  Konsep-konsep utama Carl Jung adalah ketidaksadaran personal, ketidaksadaran kolektif, pesona, animus dan anima, dua sikap (ekstraversi dan introversi).
2.       Alfred Adler

Manusia dimotivasi oleh dorongan-dorongan social. Pria dan wanita adalah makhluk social dimana masing-masing orang dalam berelasi dengan orang lain mengembangkan gaya hidup yang unik. Adler menekankan determinan-determinan social kepribadian bukan determinan seksual. Konsep-konsep utama Adler adalah inferioritas dasar dan kompensasi, usaha untuk mencapai superioritas, gaya hidup, dll.

Sumber : 
Corey, G. (2007). Teori dan praktek konseling dan psikoterapi. Bandung: Reflika Aditama



Tidak ada komentar:

Posting Komentar